Sabtu, 15 Oktober 2011

puisi


INI BUKAN SINETRON
  bye: Budi S
 
Pilu memang pilu
Melihat Dia yang pilu
Menangis pilu
Wanita yang pilu

Pilu itu karena suaminya
Suami yang Ia bangga
Bangga karena kesetiaannya
Kesetiaan yang langka

Ia menangis pilu
Ia Tak menyangka
Suaminya lrbih memeilih lelaki itu
Suaminya mencampakkan dirinya

Ini bukan sinetron
Tapi ini sinetron kehidupan
Kuharap ini tak bersambung……..

Makassar 11-6-09 12:00

Kamis, 13 Oktober 2011

KERESAHAN DAN KEPRIHATINAN

Pergantian topeng tidak mengapus dirimu yang sebanarnya kalau bukan kau yang merubah sikap dan sistemmu.

Janaganlah menjadi katak dalam tempurung.

Dulu kau terngiang tapi sekarang kau bagai katak yang bernyanyi dalam baskom yang tertutup.
Janganlah membanggakan kura-kura tua yang telah berpesta dalam rumahnhya.

Tapi banggakanlah dirimu oleh kreatifitasmu sendiri.

Akan tetapi kita selalu terlena oleh pesta yang didongengkan oleh para Datu to Pacarita sehingga kita melayang kelangit dan menjadikannya hayalan yang pada sesungguhnya adalah kita dalam keadaan terborgol oleh diri kita sendiri sedangkan tujuan yang sebenarnya kita tidak pernah tau.

Kebodohanlah yang kita TUJU.!!?.

Senin, 10 Oktober 2011

puisi


PERJALANAN

Bismillah ku melangkah
Melewati pintu rumah
Berharap turunnya berkah
Sambil melihat langit cerah

Kulewati lorong hampa dan sunyi
Coretan ditembok lukisan tak bermakna
Seorang kakek tua dengan celana pendek putihnya
Menyikat tembok dangan tangannya yan lunglai

Di sudut ruman bercat putih
Anak bermain lesuh
Ibu mengeluh, pucat pasi dan kumuh

Di pohon yang rindang
Sekelompok pria dengan usia yang berjenjang
Menatap papan persegi panjang
Bernain bola pimpong

Di Mesjid Jami
Para santri sedang mengaji
Membaca ayat-ayat ilahi
Tanpa ku sadari
Kududuk sambil memuji
Dalam hati ada iri
Tapi ku tidak berani
Berlama-lama disini
Targetku belum terpenuhi

Lewat jalan raya yang ramai
Kendaraan dengan angkuhnya berlalu-lalang tanpa henti
Kentut dengan gas beracun
Benyanyi nada yang bising
Membuatku tak bergeming

Ku duduk di taman kota yang cukup rindang
Membuatku sedikit sejuk dan legah
Dan bernafas riang
Tapi… ku tak sanggup ke Dia
Dia diseberang
Dia sudah menungguku disana
Mnatap kepadaku kosong

2-6-2009

Senin, 26 September 2011

puisi


Catatan Mahasiswa

Catatan sejarah dikanvas hitam
Evoria raja dan birokrasi
Sejarah mencatat...
Pemuda menjadi tombak berdirinya Negara ini
Memasang badan demi cita-cita luhur
Tak gentar oleh meriam
Mati untuk Hidup
                Catatan sejarah...
                Tumbangnya sang diktator
                Runtuhnya orde baru
Peluru menembus jaket biru
Kisah pilu MALARI di kampus hijau
Prosesif pasukan berseragam di kampus merah
Catatan baru....
Seragam orange diintai bagai teroris
Kampus dikusai preman bersenjata dan berpangkat
Birokrasi tertawa menonton.
Aspirasi  dibekukan dan diobok-obok
Mahasiswa dihilangkan demokratisasinya
Mahasiswa hilang cita-citanya
Bangunan masa depan runtuh oleh selembar kertas
Pusaka diktator birokrasi.
                Baru dicatat
Kita tidak bisa melakukan apa-apa
Bagai sapi ternak di pemotongan hewan
Takut oleh sang diktator
Hatinurani mati rasa
Mahasiswa jadi bisu dan strok
Kawan,,,
Aku
Menangis dan mungkin akan mati
Setelah bacakan sajak ini.
                Tapi yakinlah perjuangan tetap bangkit
                Bapak bangsa Cuma membutuhkan sepuluh pemuda untuk bangkit
                Maka dengan sembilanbelas pemuda kitabangkit
                Runtuhkan birokrasi raja-raja diktator
Yang menindas perjuangan dan membungkam demokrasi
Hidup Mahasiswa.....


UNHAS, 22 September 2011

Selasa, 20 September 2011

puisi


Festival
By:Budi Santoso
 
Berujung pada puncak runcing
tertawa dalam semua rasa.
ada penangis
ada pengemosi
ada kecapean
ada menghindar
ada pasang muka
ada tak bermuka lagi
ada nyanyian lapar
ada ocehan kekenyangan
ada yang berlari-lari
ada yang duduk menganga.
pejabat datang cepat,
pejabat mendampinngi,
pejabat membeca puisi.
.......gelappengap.......
matahari lewat pintu
menyinari
memberi harapan.
penilai gelisah                       penilai dicemaskan             penilai bejalan lambat                       penilai menggerutu
semua berharap                   cemas                                   keroncongan                                        lemas
penilai menilai....
 
tidur alas spanduk
stempel dimana-mana.
adik menunngu
adik berkobar menyemangati
adik bersorak adik
adik cipta adik
adik baca adik
semua itu membentuk lingkaran.
festival


Jumat, 15 April 2011

"gelisah"
malamku semakin dingin
pagi tertawa ngakak
mata sayup
aku mulai marah
puyeng mengganti akal
terbakar badan tanpa api
panas dalam
ranjang terkapar lesu
tanah memijit
tidur....