Senin, 10 Oktober 2011

puisi


PERJALANAN

Bismillah ku melangkah
Melewati pintu rumah
Berharap turunnya berkah
Sambil melihat langit cerah

Kulewati lorong hampa dan sunyi
Coretan ditembok lukisan tak bermakna
Seorang kakek tua dengan celana pendek putihnya
Menyikat tembok dangan tangannya yan lunglai

Di sudut ruman bercat putih
Anak bermain lesuh
Ibu mengeluh, pucat pasi dan kumuh

Di pohon yang rindang
Sekelompok pria dengan usia yang berjenjang
Menatap papan persegi panjang
Bernain bola pimpong

Di Mesjid Jami
Para santri sedang mengaji
Membaca ayat-ayat ilahi
Tanpa ku sadari
Kududuk sambil memuji
Dalam hati ada iri
Tapi ku tidak berani
Berlama-lama disini
Targetku belum terpenuhi

Lewat jalan raya yang ramai
Kendaraan dengan angkuhnya berlalu-lalang tanpa henti
Kentut dengan gas beracun
Benyanyi nada yang bising
Membuatku tak bergeming

Ku duduk di taman kota yang cukup rindang
Membuatku sedikit sejuk dan legah
Dan bernafas riang
Tapi… ku tak sanggup ke Dia
Dia diseberang
Dia sudah menungguku disana
Mnatap kepadaku kosong

2-6-2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar