Renungku
(Budi Santoso)
Inspirasi dari
seorang kawan,
Kawan yang tak
dapat mengeluh pada kenyataan.
Membantu BOB
bersuara.
Merenunglah
aku di sini
Ditemani
segelas buah yang dicincang rapi
Nafasku
sekali berhelak
Berharap
penat ini lepas dari ragaku
Pikiran
melambung tajam
Aku
tak sanggup dengan ini.
Ketika niatku untuk mengabdi
Mencurahkan semua isi kepalaku di
tengah kerumunan
Aku takut tak bisa bertahan
Aku rasa tak kuat berbuat
Aku bermimpi hilang dalam ramai
Aku bilang BISMILLAH
Aku melangkah
Kota
Lasinrang adi puang
Suppa
di ujungnya
Ramah
menyambut penjuru
Gerbang
kasih
Bukti
pinrang kabupaten asri
Bila Mandar Polewali
Suppa juga Polewali
Tapi bukan sembarang Polewali
Tidak hanya sebagai Polewali
Bukan hanya nama Polewali
Desa
yang aman dari keZaliman
Ramah
dan bersahaja cermin pribadi
Ulet
dan bertanggungjawab raga insani
Bersatu
dan bersaudara jiwa sosial
Tampilan
Ladea-Bela-belawa-Pelewali
Muhammad
Sabir teladan dan hormatku
Aku
mengamati 13 semut tangkai mangga
Walau
berpisah ranjang dan atap
Mereka
masih setia dengan tugas
Saling
mengerti dan membantu dalam kebersamaan
7
betina bekerja pada rel kewanitaannya
6
jantan mengayomi dalam telapak kasarnya
Tak
sedikitpun keluhan mereka terucap
Hanya
senyum ikhlas terpancar
Malam ini langit cerah menderang
Awan mendung menyelimutiku
Hatiku menangis pedis sampai dalam
Aku iri pada 13 semut tangkai mangga
Aku rapuh dari tegapnya tekatku
Takutku hampir terlaksana
Rasaku setengah terbuang
Sobat....
Sobatku
....
Izinkan
aku merangkulmu
Memohon
maaf dan khilafku
Mendekap
jarimu erat penuh
Menghubungkan
jiwa-jiwa
Agar
aku tau isi dirimu
Supaya
kita dapat belajar bersama
Ku ingin akhir pengertian
Ku ingin semua tidak sia-sia
Ku ingin bersama melewati waktu
Ku ingin ikhlasmu dalam tangisku
Ku ingin kita sehati
Ini
bukan usai
Tapi
mula perjumpaan kita
Posko KKN 00.39-
6 Agustus 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar