sudahlah
belum usai senja kebersamaan
kita sudah berkicau
memantulkan diri-diri
dengan wajah picing terkoak
dan lidahmu yang panjang
menjilati telinga-talinga
sehingga hanya kamulah yang terdengar.
Jangan mengitung
kebaikanmu
Jangan
pula keburukannya
Jangan
kau sakiti dirimu
Dengan
dengki tak berpangkal
Jangan
pula memilukkan dirinya
Dengan
pedasnya sambel buatanmu.
Sudah...sudah...sudahlah
Itu yang ingin ku ucapkan
Tapi mulut ini takut menyakiti hati
sucimu
Dengan Diam caraku menangis untuk semua.
Diriku-dirimu-dirinya-adalah
satu
Satu
di pengasingan
Satu
di perantauan
Satu
di gubuk cahaya
Satu yang rindu wajah orang tua
Satu
yang haus ceria anak-anak
Satu
dalam kebersamaan
Cukup Dia yang tak merasa satu
Jangan satu yang tak merasa
Aku tak bisa berkata
Hanya do’alah kupanjatkan
Untukmu wahai saudaraku
Posko KKN,
30 Juli 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar