Sabtu, 11 Januari 2014

sudahlah
belum usai senja kebersamaan
kita sudah berkicau
memantulkan diri-diri
dengan wajah picing terkoak
dan lidahmu yang panjang
menjilati telinga-talinga
sehingga hanya kamulah  yang terdengar.
           
Jangan mengitung kebaikanmu
            Jangan pula keburukannya
            Jangan kau sakiti dirimu
            Dengan dengki tak berpangkal
            Jangan pula memilukkan dirinya
            Dengan pedasnya sambel buatanmu.

Sudah...sudah...sudahlah
Itu yang ingin ku ucapkan
Tapi mulut ini takut menyakiti hati sucimu
Dengan Diam caraku menangis untuk semua.

            Diriku-dirimu-dirinya-adalah satu
            Satu di pengasingan
            Satu di perantauan
            Satu di gubuk cahaya
            Satu  yang rindu wajah orang tua
            Satu yang haus ceria anak-anak
            Satu dalam kebersamaan

Cukup Dia yang tak merasa satu
Jangan satu yang tak merasa
Aku tak bisa berkata
Hanya do’alah  kupanjatkan
Untukmu wahai saudaraku


Posko KKN, 30 Juli 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar